top

Wanita dalam Tafsir

Kirim topik baru Kirim balasan Indeks Forum PPPPTK BAHASA | Al akhor    Halaman 1 dari 1

Sel Jul 14, 2009 3:33 pm PostJudul: Wanita dalam Tafsir
ghozi yunior



Sejak: 08 Okt 2008
Post: 6
Lokasi: Jakarta Selatan

Balas dengan kutipan

Tafsir tentang Penciptaan Wanita
Oleh : Ghozi Yunior
Berdasarkan hadits-hadits (tentang wanita yang diciptakan dari tulang rusuk), dapat dilihat bahwa hadits-hadits tersebut tidak ada yang menyebutkan secara langsung bahwa perempuan (Hawa) diciptakan dari tulang rusuk Adam, tetapi hanya menyebut tulang rusuk saja. Namun, Ibnu Hajar dalam kitabnya yang menukil dari Ibnu Ishaq mengatakan pada kalimat "khuliqat min dhilain"(bacanya boleh dikasrah atau disukun), mengisyaratkan bahwa sesungguhnya Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam yang kiri”(Ibnu Hajar dalam Fathul Bari,2001:515), dan ada pula yang mengatakan diciptakan dari tulang rusuk adam yang pendek. (ibid).
Quraish Shihab (2001: 315) dalam Tafsirnya al-Mishbah mengatakan, bahwa hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari tersebut, dipahami oleh ulama’-ulama’ terdahulu dalam arti harfiyah, namun tidak sedikit ulama’ kontemporer memahaminya dalam arti metafora, bahkan ada yang menolak kesahehan hadits tersebut. Yang memahami secara metafora menyatakan bahwa hadits itu mengingatkan kepada para laki-laki agar menghadapi perempuan dengan bijaksana, karena ada sifat dan kodrat bawaan mereka yang berbeda dengan laki-laki, sehingga bila tidak disadari akan mengantar laki-laki bersikap tidak wajar. Tidak ada yang mampu mengubah kodrat bawaan itu. Kalaupun ada yang berusaha, maka akibatnya akan fatal seperti upaya meluruskan tulang rusuk yang bengkok.
Kemudian Quraish Shihab mengutip Thabathaba’i dalam tafsirnya yang menyatakan, “Perempuan (istri Adam a.s) diciptakan dari jenis yang sama dengan Adam”. Terjemahan ayat tersebut sedikitpun tidak mendukung paham yang beranggapan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk Adam. Memang tidak ada petunjuk dari al-Qur’an yang mengarah kepada penciptaan pasangan Adam dari unsur yang lain.
Quraish Shihab juga mengutip pendapat Sayyid Muhammad Rasyid Ridho, bahwa hal tersebut timbul dari apa yang termaktub dalam perjanjian lama (kejadian II: 21-22) yang menyatakan , “Bahwa ketika Adam tidur lelap, maka diambil oleh Allah sebilah tulang rusuknya, lalu ditutupnya pada tempat itu dengan daging. Maka dari tulang yang telah dikeluarkan dari Adam itu, dibuat Tuhan seorang perempuan.” Rasyid Ridho menjelaskan, “Seandainya tidak tercantum kisah kejadian Adam dan Hawa dalam perjanjian lama seperti redaksi di atas, niscaya pendapat yang menyatakan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk Adam tidak pernah akan terlintas dalam benak seorang muslim (ibid.).
Kalau dilihat, sepertinya Muhammad Quraish Shihab kurang tegas sikapnya terhadap hadits yang menyatakan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Dari satu sisi dia menolak dengan merujuk pendapat Sayyid Muhammad Ridho di atas, dari sisi lain dia menerima hadits yang menyatakan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Namun demikian, dia tidak setuju dengan penafsiran secara harfiah, tapi dia menghendaki dengan penafsiran metaforis. Namun sayangnya makna metaforis tidak didukung oleh argumen yang jelas. Semestinya Muhammad Quraish Shihab yang cenderung kepada makna metaforis harus menggunakan paradigma tasybih (makna metafora) dan hadits yang dikutip hadits yang mengandung tasybih. Kemudian menggunakan paradigma mukhtalaf al-Hadits dengan membandingkan antara hadits-hadits shahih yang berkaitan dengan penciptaan perempuan. Karena banyak hadits-hadits shahih yang maknanya berbeda dalam satu masalah. Begitu juga hadits tentang penciptaan perempuan beragan redaksinya dan berbeda maknanya.
Dalam hadits riwayat Muslim terdapat isyarat bahwa sesungguhnya yang bengkok pada seorang perempuan adalah lisannya, (dimana lisan tersebut digunakan untuk menceritakan kejelakan/aib orang lain).
Dalam hadits riwayat Imam ad-Darimi ditambahkan terdapat kata “awadan” yang mempunyai arti bengkok, juga ada kata “Bulghatan” kurang lebih mempunyai arti manfaat besar. Jadi maksudnya adalah selain mempunyai sifat yang bengkok dan mudah patah, wanita juga mempunyai manfaat, semisal ia berperan untuk melindungi organ-organ penting dalam rumah tangga, dan hal-hal yang berhubungan dengan rumah tangganya.
Berkenaan dengan hadits-hadits bagian kedua, keseluruhan hadits tersebut tidak menyebutkan kalau perempuan (Hawa) diciptakan dari tulang rusuk Adam, tapi hanya menyebutkan, bahwa perempuan bagaikan tulang rusuk. Artinya bahwa perempuan itu memiliki sifat-sifat yang ada pada tulang rusuk. Hadits-hadits tersebut dalam ilmu bahasa disebut tasybih (penyerupaan).
Hadits-hadits di atas difahami secara balaghah, yaitu berdasarkan retorika bahasa Arab. Rasulullah Saw., menyampaikan pesan ini dalam bentuk Tasybih (perumpamaan) agar maksud pesan dapat difahami dengan lebih mendalam dimana tulang rusuk tidak difahami secara harfiah, namun secara majazi (kiasan). Wallahu A'lam bisshawab.
Ada komentar????
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
 
Kirim topik baru Kirim balasan Indeks Forum PPPPTK BAHASA | Al akhor
Topik sebelumnya
Topik selanjutnya
Tampilan pesan sebelumnya:   




Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling